Semua Pulau di Indonesia Sudah Diberi Nama
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan bahwa semua pulau di wilayah Nusantara sudah diberi nama.
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan bahwa semua pulau di wilayah Nusantara sudah diberi nama.

Tahukah kamu bahwa ternyata banyak sekali versi 7 keajaiban dunia, jadi mana yang benar? tidak ada badan resmi di dunia termasuk UNESCO (Badan PBB untuk masalah Pendidikan dan Kebudayaan) yang mengeluarkan dan mengakui 7 keajaiban dunia versi manapun.
Tapi perlu kamu ketahui bahwa setidaknya ada 7 daftar dari 7 keajaiban dunia yaitu :
Keajaiban dunia versi pertama, yaitu yang pernah kamu kenal dari buku-buku pelajaran di sekolah yaitu :
1. Ka'bah Berada di kota Mekah di negara Saudi Arabia / Arab Saudi
2. Tembok Raksasa Cina Berada di negara RRC / Republik Rakyat China
3. Candi Borobudur Berada di negara Indonesia
4. Menara Eiffel Berada di kota Paris di negara Perancis
5. Colloseum Berada di kota Roma di negara Italia
6. Menara Condong Pisa Berada di kota Pisa di negara Italia
7. Masjid Taj Mahal Berada di negara India
Sedangkan di Indonesia, pihaknya akan menyosialisasi kegiatan ini melalui kegiatan musik yang akan dilakukan oleh Dwiki Dharmawan dengan orkestranya pada Mei 2009. Masyarakat yang sudah melek internet diharapkan mau berpartisipasi dan mendukung Taman Nasional Komodo masuk objek kategori Tujuh Keajaiban Dunia.
"Kalau mulai sekarang masyarakat Indonesia serentak mendukung maka Insya Allah pada Juli 2009, Komodo bisa masuk ranking 11 dunia dan September baru ditetapkan pemenangnya," jelas Sapta.
Pengamat pariwisata Ridwan Tulus yang dimintai tanggapannya, Minggu (22/2) mengatakan, pengguna internet sedikitnya ada 13 juta orang. Jika jumlah yang besar ini bisa berpartisipasi mengisi form voting, maka Taman Nasional Pulau Komodo dipastikan bisa masuk Tujuh Keajaiban Dunia kategori taman nasional.
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata harus gencar mempromosikan dan menyosialisasikan tentang voting ini. Jika gagal masuk Tujuh Keajaiban Dunia, berarti Depbudpar gagal. Sosialisasi bisa melalui BUMN, komunitas, lembaga pendidikan, dan banyak cara lainnya, kata Ridwan Tulus, yang juga Presiden Asosiasi Wisata Jalan Kaki Asia-Pasifik.

